Tingkat Kepercayaan Masyarakat kepada toko Online mulai menurun

Komentar

Baca Juga

Tingkat Kepercayaan Masyarakat kepada toko Online kecil mulai menurun. baik kepada toko online menjual produk baru atau bekas. penurunan ini hanya pada beberapa toko online yang kurang memiliki brand atau kurang di kenal masyarakat. Walaupun pada hasil pada mesin pencari situs tersebut pada halaman 1 google, yahoo dan bing. namun karena kurangnya keyakinan masyarakat, transaksi online pun tidak seperti dahulu derasnya. 
Dampak kurangnya kepercayaan kepada toko online lokal yang masih belum memiliki brand, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada toko online lain yang sudah di yakini memiliki brand besar seperti : 
1. Lazada.co.id
2. tokopedia
3. Zalora
4. Bhineka
5. Jakartanotebook.com
Dan lain - lain
Pengaruh lain juga akan mengangkat citra toko online lokal ( dalam 1 kota ) misal jual beli kamera dan laptop malang di toko markaslaptop.com. maka pengunjung nyatanya yang bertransaksi hampir 95% dari lokal malang juga.  mereka ingin melihat barangnya langsung dan cocok langsung beli. sekarang aja di mana mana banyak toko online bukan hanya di jawa, di banyuwangi, di makasar, di bali, di medan semua ada, harganya pun tidak jauh beda dengan di jawa. dan pembelian tidak harus menunggu kapan barang sampai,  untuk luar kota kebanyakan sekarang pada berali beli di tokopedia atau beberapa online store yang memiliki rekening bersama, atau rekening perusahaan untuk penitipan transfer pada barang yang di beli dan dana akan di transferkan ke penjual setelah barang di terima pembeli. banyak juga user yang menanyakan kepada beberapa toko online di seluruh indonesia, pertanyaan mereka adalah sebagai berikut : 

1. Gan bisa pake rekber ndak ?
2. Gan Ada akun di tokopedia gak ?

Dampak Negatif Penggunaan Rekening bersama adalah penjual tidak bisa mendapatkan cash tunai langsung dari barang yang mereka jual. mereka harus menunggu dahulu kiriman barang sampai ke pembeli dalam beberapa hari. kasihan bagi para pedagang online dengan modal minimal dan menjual barang yang nilainya setinggi modalnya. semisal pedagang laptop bekas online. dia punya stok 3 unit di etalase dan dalam hari yang sama 3 barang tersebut laku ke pembeli. 3 pembeli tersebut menginginkan pembayaran via tokopedia atau rekber. akhirnya penjual mengirim barang pesanan ke pembeli dimana dia harus menunggu beberapa hari sampai barang diterima oleh pembeli laptop hingga dana di transfer dari rekber ke rekening penjual. dan apabila 3 laptop tersebut adalah modal utama pedagang, maka dalam kurun waktu itu pedagang tidak bisa membeli lagi laptop yang lain untuk di perdagangkan. nah, misal pembeli tidak cocok, mereka akan menghubungi rekber untuk cancel transaksi, dan mengembalikan barangnya kepada penjual, wah malah tambah rugi neh penjualnya, kadang penjual malah minder untuk berdagang online via rekber, inginnya pake pasar lokal saja.  untuk mengatasi solusi seperti hal tersebut bila ingin berdagang online lewat web - blog dengan harga dagangan diatas 1 atau 2 jutaan yang membuat masyarakat mikir untuk bertransaksi langsung maka pedagang online harus membuat blog atau website lengkap dengan alamat yang sudah di validasi oleh google place ( business ) dan nomor telephone rumah wajib ada , usahakan menggunakan rekening yang bukan atas nama pribadi. daftarkan rekening atas nama perusahaan tersebut. 

sekarang ini yang besar akan makin besar, yang kecil akan makin kecil dan tersisih, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin,  brand lokal akan semakin minim, brand tertentu yang akan naik tajam, pasar tradisional akan makin di sisihkan, mall mall akan menggantikannya, pedagang kecil di rumah akan kalah dengan toko yang  lebih lengkap, harga BBM naik dan sembako akan ikut naik.  budaya makin di tinggalkan, adat mulai di tenggelamkan.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar